Gerindra mulai godok cawapres untuk Prabowo

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Gerindra mulai godok cawapres untuk Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra saat ini tengah menggodok 15 nama yang bakal menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Prabowo Subianto yang akan maju pada Pilpres 2019.

"Saat ini masih kita godok nama-nama cawapres tersebut," kata Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, di Jakarta, Senin (19/03/2018).

Gerindra memastikan ketua umumnya itu akan maju dalam pemilihan presiden, meskipun sejauh ini belum deklarasi secara resmi. Deklarasi Prabowo sebagai capres akan dilakukan pada awal April 2018.

Andre menyebutkan beberapa nama yang masuk bursa cawapres Prabowo seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, hingga mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu, ada nama lain yang digadang-gadang seperti mantan Menteri Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Gubernur Nusa Tenggara Barat M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

"Pak Gatot sudah bertemu Pak Prabowo. Pak Gatot sudah masuk radar kami. Sama nama-nama seperti Rizal Ramli, Mahfud MD, Bang Zulkifli, dan Sohibul dari PKS, " ujarnya.

Andre memprediksi figur cawapres akan menguat bila Prabowo sudah mendeklarasikan diri.

"Nama cawapres ini nanti akan dibahas lagi dengan kepastian koalisi. Sejauh ini, kemungkinan besar Gerindra sama PKS lagi," tutur Andre.

Elektabilitas Prabowo

Menurut survei Poltracking Indonesia yang digelar pada 27 Januari-3 Februari 2018, jarak elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo figur itu tidak terlalu berbeda dengan survei sebelumnya pada November 2017, yakni elektabilitas Jokowi 45-57 persen, sementara Prabowo 20-33 persen.

"Di luar dua figur tersebut, semua tokoh elit politik lama yang pernah tampil dan baru yang muncul dalam dinamika elektoral tiga tahun terakhir elektabilitasnya kurang dari lima persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda di Jakarta, 18 Pebruari 2018).

Meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20 persen atau lebih, hal tersebut masih belum aman karena elektabilitasnya di bawah 60 persen.

Mengenai calon wakil presiden, survei terhadap 1.200 responden dengan margin error 2,83 persen itu menunjukkan ada enam figur cawapres selain petahana Jusuf Kalla yang memiliki elektabilitas di atas lima persen dengan gap signifikan dengan calon lain.

Enam orang itu adalah Agus Harimurti, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar dan Khofifah Indar Parawansa. Jika Jusuf Kalla masuk bursa cawapres, maka ia tetap menjadi paling kuat dibanding figur lainnya.

Hanta Yuda mengatakan berdasarkan konstruksi hukum dan konstitusi di Indonesia dan pergerakan partai dalam beberapa bulan terakhir, ia menyebut mengerucut pada empat skenario koalisi.

Pertama adalah tiga poros Jokowi, Prabowo dan SBY, kedua adalah dua poros Jokowi-SBY melawan Prabowo, ketiga Jokowi melawan Prabowo-SBY dan empat Jokowi-Prabowo melawan Prabowo.

Jokowi-Ma'ruf kerahkan relawan di daerah suara terendah
Nomor urut satu di Pilpres 2019 lebih untungkan Jokowi-Ma'ruf
 Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet
Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia?
Kubu Jokowi nilai Neno Warisman buka kedok #2019GantiPresiden
Ini nama 16 perempuan Indonesia yang dijual ke Cina
Pelabelan caleg eks-koruptor berpotensi langgar HAM
Belajar memegang komitmen kebangsaan dari seorang Yahudi
Perdagangan 16 perempuan Indonesia ke Cina biadab
Kubu Prabowo ganti nama tim sukses
Kondisi 16 perempuan yang dijual ke Cina memprihatinkan
PAN nilai penandaan eks-koruptor pada caleg diskriminatif
PDIP nilai cuitan Fadli Zon tak berkualitas
Kubu Jokowi siapkan lagu kampanye ala milenial
Fahri Hamzah tolak label ulama Sandiaga Uno
Fetching news ...