Harapan pada Perry Warjiyo

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Harapan pada Perry Warjiyo Perry Warjiyo

Presiden Joko Widodo hanya mengajukan calon tunggal Perry Warjiyo untuk menjabat sebagai Gubernur BI periode 2018-2023, menggantikan Agus Martowardojo.

Perry yang saat ini masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI diharapkan banyak pihak dapat memperbaiki kondisi moneter Indonesia. Dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV DPR di Jakarta, Senin (05/03/2018), Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kebijakan moneter BI harus tetap menstimulus pertumbuhan ekonomi dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

"Serta harus dapat mengurangi kemiskinan dan mengatasi masalah kesenjangan," kata Bambang setelah membacakan surat Presiden Joko Widodo terkait Calon Gubernur BI.

Pernyataan Bambang tersebut muncul di tengah kebijakan moneter BI yang bersifat "netral" dan mempersempit ruang untuk melonggarkan suku bunga acuan tahun ini, karena derasnya tekanan ekonomi eksternal.

Otoritas moneter sudah mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebanyak enam kali berturut-turut sejak Agustus 2017 di level 4,25 persen. Sikap netral tersebut muncul setelah pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 200 basis poin sejak Desember 2015 hingga Agustus 2017.

Dalam pidato pembukaan perdananya, Bambang meminta Perry mengarahkan kebijakan moneter untuk melengkapi kebijakan fiskal agar dapat menjadi instrumen pembangunan nasional yang berdampak langsung bagi kemakmuran rakyat.

"Kebijakan moneter dan fiskal harus dalam irama yg sama dan nada yg saling melengkapi," kata Anggota Partai Golkar tersebut, salah satu partai pendukung pemerintah.

Secara personal, di kesempatan terpisah, Bambang menilai Perry merupakan bankir bank sentral di jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia yang paling senior dan memahami kondisi internal BI.

"Dia pribadi yang hangat, tekun, profesional punya kemampuan teknis yang memadai dan punya pengalaman yang panjang,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Johnny G. berharap Perry memiliki akses relasi luas dengan para gubernur bank negara-negara asing lainnya. Mei tahun ini BI akan memiliki gubernur baru.

Komisi XI DPR nantinya akan diserahi tugas untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon Gubernur BI itu, yang sesuai jadwal akan dilantik bulan Mei.

“Komisi XI DPR yang melakukan uji kelayakan dan kepatutan pasti akan independen,” kilah politisi Partai Nasdem ini.

Tentang Perry

Perry Warjiyo diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan keputusan Presiden 28/P tahun 2013, dan secara resmi memulai jabatannya sejak tanggal 15 April 2013 untuk masa jabatan 2013–2018.

Perry Warjiyo merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Gadjah Mada tahun 1982 yang kemudian mendapatkan gelar Msc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University, Ames USA tahun 1989. Pada tahun 1991 Perry Warjiyo kemudian berhasil meraih gelar Ph.D untuk bidang ekonomi moneter dan internasional dari Universitas yang sama.

Perjalanan karier Perry Warjiyo yang lahir di Sukoharjo 25 Februari 1959 cukup panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak Januari 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.

Karirnya dimulai dari staf di Desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit hingga pada tahun 1992. Pada 1995 dia diangkat menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia kemudian, Pada tahun 1998 Perry Warjiyo diangkat sebagai kepala Biro Gubernur. Tahun 2001 dia memegang peran sebagai project leader Unit Khusus Program Transformasi (UKPT) hingga  akhirnya tahun 2003 dia menempati posisi sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan. Tahun 2005 Perry diangkat menjadi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia hingga tahun 2007.

Pada tahun 2007–2009 Perry Warjiyo diangkat menjadi Direktur Eksekutif, South East Asia Voting Group (SEAVG),  International Monetary Fund (IMF) mewakili mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Perry Warjiyo dikenal menguasai isu ekonomi yang  memiliki riset yang kuat dalam bidang kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri yang telah menulis dan menerbitkan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.

Dia juga pernah menjadi dosen Pascasarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional serta dosen tamu di sejumlah Universitas di Indonesia.

Di balik penyakit musiman usai Lebaran
Suka cita perempuan Arab Saudi bisa mengemudi mulai hari ini
Gus Ipul gunakan ijazah dan gelar palsu?
Kenapa umat Islam tidak dapat bersatu? (tidak seimbang)
Kata ahli soal dinosaurus kebal peluru
Perempuan Cina lebih antusias nonton Piala Dunia
Inikah sinyal kemenangan Khofifah-Emil?
Pendatang baru DKI diwajibkan melapor
Mendambakan keadilan atas sumber daya antariksa
Divonis mati, Aman pikir-pikir
Argentina di ujung tanduk dan permainan buruk Messi
Utang tembus Rp5.028 triliun, BI klaim masih sehat
Putin girang Rusia melaju ke babak knock out
Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru
Risma ingatkan halalbihalal agar tak dijadikan alasan tunda pelayanan
Fetching news ...