Ralat PDIP atas usul pembekuan KPK hanya basa-basi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Ralat PDIP atas usul pembekuan KPK hanya basa-basi "Those who fight corruption should be clean themselves." - Vladimir Putin

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia- Perjuangan (PDI-Perjuangan), Hasto Krisdiyanto yang meralat pernyataan anak buahnya, Henri Yosodiningrat hanya basa-basi politik.

Pasalnya, masyarakat sudah telanjur mengetahui niatan politisi yang secara umum menghendaki bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang ingin di bekukan.

"Kita anggap saja ralat sebagai ucapan basa-basi yang ingin menutupi keinginan secara umum di kalangan politisi yang tidak menutup keinginan parpol terhadap KPK," kata Ray Rangkuti di D'Hotel, Manggarai, Jakarta, kemarin.

Selain itu, sikap partai pengusung Presiden Jokowi dan pendukung pemerintah sampai kini juga tidak tegas. Menurut Ray Rangkuti, PDI-P harus menunjukan sikap tegasnya, dibuktikan dengan cara menghentikan panitia khusus (Pansus) hak angket DPR, bukan malah meralat ucapan Henri Yosodiningrat.

"Bukan KPK yang dibekukan tapi angket itu yang dibekukan. Kalau mau ralatnya itu. Supaya PDIP sungguh-sungguh meralat ucapan anggota mereka," katanya.

Sebelumnya, anggota panitia angket dari Fraksi PDI Perjuangan, Henri Yosodiningrat menyerukan pembekuan KPK sementara waktu. Menurut Henri, dari hasil penyelidikan panitia angket, ada banyak hal di KPK yang harus dibenahi dan pembenahan ini butuh waktu lama.

"Maka, jika perlu, untuk sementara KPK distop dulu. Kembalikan (wewenang memberantas korupsi) kepada kepolisian dan Kejaksaan Agung dulu," kata Henri.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga mendukung usulan tersebut. Ia bahkan mengusulkan agar KPK tidak hanya dibekukan, tetapi dibubarkan.

Untuk pembubaran KPK ini, Fahri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Alasannya, banyak pelanggaran undang-undang dan peraturan internal yang dilakukan oleh KPK, sementara tingkat korupsi masih tetap tinggi.

Wakil Ketua Panitia Angket dari Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi menambahkan, usulan pembekuan atau pembubaran KPK baru merupakan usulan pribadi anggota panitia. Panitia angket sejauh ini belum merampungkan rekomendasinya.

Pernyataan kader PDI-P sangat berbahaya

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany ikut mengecam wacana yang di gaungkan petinggi GRANAT, menurutnya wacana tersebut sangat berbahaya bagi keberadaan lembaga penegak hukum di indonesia.

"Wacana pak Hendri itu sangat berbahaya," katanya.

"Karena bagaimana mungkin satu lembaga yang memberantas koruptor dan pengusutannya itu 100% berhasil dan sukses malah mau dibekukan," lanjut Tsamara.

Selain itu, ia juga mempertanyakan dasar Henry melontarkan ucapan tersebut. "Kok bisa-bisanya itu diwacanakan akan dibubarkan," tuturnya.

Menurutnya, jika Lembaga yang sukses menangkap para koruptor itu dibekukan, bagaimana dengan lembaga-lembaga penegak hukum lain yang masih sangat kurang dalam hal kinerja dan wewenangnya.

Komitmen PDI-P tentang pemberantasan korupsi jadi tanyaan

Tsamara juga mempertanyakan komitmen pemberantasan antikorupsi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjadi partai asal Henry.

"Ini jadi pertanyaan kita. Komitmen partai nasionalis terhadap lembaga korupsi jadi pertanyaan kita," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta supaya ralat yang disampaikan Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Krisdiyanto, itu harus segera dibuktikan dengan sikap yang nyata.

"Ralatan PDIP harus dengan tindakan. Jangan cuma ralat-ralat saja," harapnya.

PDIP nantikan klarifikasi Wiranto soal pengrusakan bendera Demokrat
Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Fetching news ...