Luangkan waktu bermain untuk si kecil

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Luangkan waktu bermain untuk si kecil

Waktu orang tua bersama anak adalah masa-masa yang sangat berharga bagi perkembangan sang buah hati. Oleh karena itu, kebersamaan dengan anak tidak dapat dilewatkan. Apabila kuantitas waktu bersama anak dirasa kurang, orang tua harus mensiasatinya dengan kualitas pertemuan.

Dalam kajian biopsikologi, asyiknya kebersamaan itu mengaktifkan sistem hormon kebahagiaan. Kebersamaan memberi kesempatan si kecil mengaktifkan otak lewat keberanian berbicara, beropini, dan seterusnya. Saat anak merasa bebas dan bahagia, hormon kebahagiaan dilepaskan di otak. Ketika hormon itu dilepaskan, otak akan terlatih sehingga kecerdasan meningkat.

Membagi waktu dengan anak artinya memberikan kesempatan bagi orang tua untuk menunjukkan perhatian dan cinta kasih ke anak, yang antara lain dilakukan dengan bermain bersama.

Saat ini, gadget telah masuk ke dalam kehidupan seseorang dan pada banyak kasus telah mengalienasi hubungan antara anak dan orang tua. Oleh karena itu, dibutuhkan media bermain yang dapat mendekatkan orang tua dan anak serta bermanfaat bagi tumbuh-kembang anak.

“Produk kami telah melalui seleksi dan kuarsi yang menyeluruh. Tim kami benar-benar memastikan bahwa hanya barang-barang yang berkualitas dan memiliki value khusus untuk orang tua dan anak yang dijual,” ungkap Marissa Tjoegito, CEO JuniorDept.com, saat acara peluncuran e-commerce tersebut di Jakarta, Sabtu (17/03/2018).

Menurutnya, pemilihan permainan dan sarana yang menunjang akan menjadi aspek yang menentukan untuk menciptakan waktu bermain lebih berkualitas.

“Juga untuk memastikan perkembangan anak bagi dari segi sosial, kognitif, sensorik, bahkan motorik kasar dan halus,” lanjut ibu satu anak ini.

Alat bermain maupun produk lain yang dipasarkan di JuniorDept, dikatakan Marissa, didapatkan dari vendor yang berada di dalam maupun di luar negeri.

“Juniordept, sebagai e-commerce pertama di Indonesia yang membuka akses untuk memenuhi kebutuhan ibu bayi dan anak, melakukan seleksi, terutama terkait manfaat bagi orang tua dan anak serta nilai dari uang yang sudah dikeluarkan oleh pelanggan,” katanya.

Memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak

Dalam acara peluncuran situs JuniorDept yang dikemas dengan dialog bertema “Bermain Sehat dengan Anak: Fun Play without Gadget” itu, Psikolog Pradita Permatasari mengatakan bahwa orang tua harus memenuhi kebutuhan setiap fase dalam proses pembentukan identitas anak.

“Fase nol sampai satu setengah tahun, umpamanya, anak-anak mengembangkan trust dan mistrust. Pada fase ini, ibu harus selalu ada di sisi anak untuk memenuhi apa yang dia butuhkan: segera menolong kalau anak merasa tidak nyaman dan sebagainya. Jika kebutuhan fase ini gagal dipenuhi, anak akan mengalami krisis kepercayaan dalam hidupnya, baik terhadap orang tua maupun orang lain,” katanya.

Pradita juga menyinggung peran ayah yang juga sangat dibutuhkan anak. Dari ayah, dikatakannya, anak akan mendapatkan keamanan dan kenyamanan. Oleh karena itu, dia mengaku mendukung program cuti 3 bulan bagi ayah.

“Ini bukan terkait politik, ya. Akan tetapi, program itu sangat baik. Karena tidak hanya terkait kenyamanan tetapi juga bonding. Anak yang tidak dekat dengan ayah biasanya ketika dewasa dia akan cenderung melankolis. Ini berlaku bagi anak perempuan maupun laki-laki,” katanya.

Tuntutan Serikat Karyawan Garuda jangan rugikan konsumen!
Dua intervensi BI untuk tahan rupiah tak tembus 14 ribu per dolar
Natuna diincar asing, TNI tempatkan pasukan elit
Berharap UMKM jadi tulang punggung ekonomi
Semakin kaya sebuah negara, semakin banyak gunakan TKA
Fetching news ...